Awalnya siang tadi pengen makan di restoran Thailand di Shinokubo, eh tapi ternyata tutup, heuu. Akhirnya ke Siddique Shinjuku deh. Trus bingung kan mau set yang biasa aja (1 kari + 1 nan/nasi) atau sekalian yang ladies set itu (2 kari + 1 nan + nasi kuning). Pingin yang ladies set tapi liat orang Jepang yang cowo aja makan siangnya ga ada sebanyak itu, haha. Akhirnya ambil yang biasa aja. Tapi berhubung karinya masih nyisa, akhirnya minta nan satu lagi, haha. Winter emang bahaya ini :p
Pas keluar sama Masita, akhirnya kami makan siang di restoran Thailand di Shinokubo. Pertama kali kayaknya makan siang di sana, jadi ada set menu gitu. Dan dipilihlah ini. Di awal ada sup dan salad gitu, dan di akhir ada dessert lagi yang kayak kolak ubi pake kacang hijau. Trus kita juga pesan snack beras ketan dan kelapa gitu (ga tau namanya), enaaak. Tapi semuanya jadi banyak banget porsinya, kenyang mampus >.<
Makan malam terakhir di Bandung sebelum balik lagi ke Tokyo, di Maja House 😀 Bayamnya kayaknya dipanggang di atas dagingnya. Trus saosnya asin, tapi wortelnya manis, jadinya kombinasinya pas (dan saya penasaran wortelnya diapakeuuun >.<). Dari sini juga saya menyadari bahwa saya lebih suka daging yang tingkat kematangannya well done ketimbang medium >.<
Finally saya ketemu dengan mbak @nots. Sebelumnya hanya komen-komenan via Plurk, hehe. Kita janjian makan di The Kiosk, Dago. Pesen apa ya? Akhirnya sesuai kriteria dari mbak @nots: “yang ga ada di sana (Jepang, red.) dan ga bisa lu masak”, okeh, akhirnya saya beli iga bakar saja. Lagian belum pernah nyoba juga sih, hehe. Enyak 😀
Bisa dibilang ini makanan ffavorit saya kalau ke pasar Bukittinggi. Kedengarannya biasa aja ya, mie rebus. Tapi mie rebus yang ini beda lho, n saya kayaknya cuma nemu di Bukittinggi mie rebus kayak gini. Mienya mie kuning gitu (entah apa namanya), kuahnya mantep. Trus ada selada, timun, telur ceplok satu, irisan daging, dan kerupuk merah tentunya. Minumnya es teler. Isinya cincau, alpukat, kelapa, sawo, dan pepaya (ingetnya itu aja :p) Mantep lah. Kenyang tenan.