Pepaya

Throwback July 24th. That day I really wanted to eat papaya (in Indonesia we called it pepaya). The main reason was because it’s really good for the digestive system. 😆 Here is Indonesia, the paradise of tropical fruits. The fruits are really cheap here, not like in Japan, haha. Papaya is only about IDR7,000/kg here.

Kalimuntiang

This fruit reminds me of my childhood. I often bought them when I was in elementary school. In West Sumatra we call them kalimuntiang. I even don’t know what they’re called in bahasa Indonesia. I can only find them in West Sumatra though. My mom said that they could be found in the forest on the hills. I think I can say that they are the “forest fruit” of West Sumatra. 😛 Some friends said that they look like mini manggis (purple mangosteen). But in my opinion, they more like blueberry. However blueberry is sweeter than kalimuntiang.

いちじく (Fig)

a.k.a buah tin atau ara. Saya baru tau beberapa waktu lalu kalau buah yang namanya jadi nama surat di Al-Qur’an itu penampakannya kayak gini. Kemarin coba beli deh. Trus bingung cara makannya gimana, akhirnya saya ambil pisau lalu dibelah buahnya. Pas ngebelah saya sempat kaget, kirain ada ulatnya. Ternyata cuma penampakan tekstur daging buahnya -_-” Coba makan, hmmm, menurut saya rasanya aneh. Ntah sih, saya pribadi kurang suka sama rasanya. Ntah kebetulan dapat buah yang kurang bagus, ntah pengaruh getahnya. Soalnya setelah beberapa waktu saya baru ngeh kalo dari pinggiran kulitnya itu ada getahnya. Tapi gugling yutub gimana cara makannya, ada yang makan sama kulit-kulitnya. Auh ah, binun. Cukup sekali ini aja saya coba buahnya 😐

なし (Japanese Pear)

Duluuuu banget, melihat penampakan buah ini di supermarket, saya kira sejenis apel. Lalu saya pun ga tertarik nyoba soalnya biasanya kan apel kulitnya mengkilap, sementara ini kusam. Haha. Sampai suatu ketika saya iseng nyoba, dan ternyata ini pear. Wkwk. Dan enak. Manis soalnya..