Jadi abis rumah Mbak Sarah Jumat lalu dikasi spaghetti yang udah direbus gitu, buanyak. Di kulkas ada brokoli. Berhubung lagi males bikin saos pasta yang bertomat itu, akhirnya dibikin begini saja. Simpel aja sih bumbunya. Cuma olive oil, mentega, bawang putih parut, garam, dan lada hitam. Tumis bumbunya, tumis brokolinya, masukin spaghettinya. Beres deh.
Setelah sekian lama, akhirnya penduduk Waseda ngumpul juga. Berhubung hari ini cerah dan sang langit biru sempurna *tsaaah*, maka acaranya berupa BBQ. Panggang-panggang ayam, aneka seafood, serta labu dan ubi. Plus cemilan lainnya (ah iya baru nyadar pastel-nya mbak Isti lupa difoto :-o). Yang paling juara tetaplah jagung-manis-keju-soda-gembira-unyu yang dimakan mas Kiki, hahaha.
Saya kangen sayuran hijau, dah lama ga makan sayur :p Akhirnya pilihan jatuh ke brokoli. Trus pingin campurin brokolinya sama seafood. Asa bosen dengan cumi dan udang, akhirnya saya pilih kerang, hihihi. Pertama kali masak kerang. Tapi kerangnya udah direbus sih. Namanya aja ボイルあさり (boiled clams). Cukup buat menemani malam yang damai ini *tsaaah*
Namanya saja warga geje, lihatlah, kuenya pun jadi geje. Ah tidaaak. Parah ini Pak RW-nya, cake pisang pandan saya dirusak (doh). Lauk-lauk dari Ibu Kost. Sasuga, dalam waktu singkat bisa masak 3 macam lauk. Puding nangka dari dedek. Ohoho. Oia, salad geje dari Pak RW, selada dikasih potongan daging -_-” (btw tiada nama asli di sini :p)
Dulu pernah liat MasterChef MasterClass Ramadhan, masak cumi isi tahu bumbu kuning. Mupeng. Tapi sayang sekali cumi yang utuh lagi rada mahal, akhirnya saya beli cumi yang udah dipotong-potong aja. Jadinya ga bisa pake isi deh, heuu. Jadilah seperti ini saja, tapi tetap ada embel-embel bumbu kuningnya. Hehe.
Jadi tadi ada kumpul warga Komaba, makan-makan bareng aja soalnya Mbak Rani hari Minggu pindah ke Tsukuba, hiks. Berkurang deh satu warga RW Komaba. Bintang tamu kita *halah* adalah Emha, Rifan, dan Oky, plus 3 teman asrama sini juga yang bukan orang Indonesia 😀
Makan malam terakhir di Bandung sebelum balik lagi ke Tokyo, di Maja House 😀 Bayamnya kayaknya dipanggang di atas dagingnya. Trus saosnya asin, tapi wortelnya manis, jadinya kombinasinya pas (dan saya penasaran wortelnya diapakeuuun >.<). Dari sini juga saya menyadari bahwa saya lebih suka daging yang tingkat kematangannya well done ketimbang medium >.<