Makan malam terakhir di Bandung sebelum balik lagi ke Tokyo, di Maja House 😀 Bayamnya kayaknya dipanggang di atas dagingnya. Trus saosnya asin, tapi wortelnya manis, jadinya kombinasinya pas (dan saya penasaran wortelnya diapakeuuun >.<). Dari sini juga saya menyadari bahwa saya lebih suka daging yang tingkat kematangannya well done ketimbang medium >.<
Finally saya ketemu dengan mbak @nots. Sebelumnya hanya komen-komenan via Plurk, hehe. Kita janjian makan di The Kiosk, Dago. Pesen apa ya? Akhirnya sesuai kriteria dari mbak @nots: “yang ga ada di sana (Jepang, red.) dan ga bisa lu masak”, okeh, akhirnya saya beli iga bakar saja. Lagian belum pernah nyoba juga sih, hehe. Enyak 😀
Pas lagi muter-muter PVJ bersama Pike, kami melihat ada yang jual frozen yoghurt. Saya belum pernah sih makan frozen yoghurt. Trus kata Pike harganya lebih murah juga dibanding Sour Sally yang terkenal itu (iya ya terkenal? saya ga tau, haha). Ya sudah, akhirnya dicoba. Punya saya yang kiri, topping mochi dan mangga. Punya Pike yang kanan, topping mochi dan stroberi.
Abis ngubek-ngubek foto, eh ternyata yang ini belum diposting 😀 Ini salah satu kue lebaran lalu, dibawain sama umi dari Surabaya. Pertama liat kue ini, kata yang terlintas di kepala adalah “kawaiiii”. Trus saya juga mikir, mantap abis ini yang ngebentuk gula di atasnya itu mpe kayak boneka-boneka lucu 😀