Jagung Rebus

Saya suka banget jagung rebus, kalo ke Bukittinggi sering beli buat dibawa pulang. Jagung rebus Bukittinggi manis dan enak. Dulu waktu awal-awal merantau ke Bandung saya liat ada yang jual jagung rebus juga, trus saya coba beli deh. Dalam bayangan saya rasanya bakal sama dengan yang di Bukittinggi, tapi ternyata beda, heuu. Jagung yang versi Bandung rada hambar dan kulitnya tebel pisan, susah bukanya. Yang di Bukittinggi kulitnya udah dibukain beberapa lapis sebelum direbus, jadi lebih tipis n gampang bukanya. Sejak itu saya kapok beli jagung rebus di Bandung. Cukup beli yang di Bukittinggi aja deh, haha.

Advertisements

2 thoughts on “Jagung Rebus

  1. Jagung yang manis itu tandanya masih muda. Rambut jagungnya belum kering dan warna rambutnya belum terlalu coklat. Bijinya masih lunak dan keluar isinya jika ditekan dengan jari. Biasanya kalo mau jagung muda seperti itu, kita harus dateng ke kebun jagungnya sendiri dan beli yang masih di pohonnya. Petani jagung biasanya memanen jagung kalau jagungnya sudah tua dan mengering, karena jagung tua ini punya nilai jual yang lebih tinggi daripada jagung muda (untuk bahan tepung maizena dll.). Tentu saja, jagung tua kalau direbus rasanya hambar dan gak enak. Kulitnya lebih tebel dan bijinya lebih besar kalau direbus. hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s